Membuka Warung Sembako di Rumah untuk Pemula. Modal Kecil, Untung Besar

  • Whatsapp

Hanya dengan membuka bisnis toko sembako di rumah, ternyata bisa mendatangkan untung sampai puluhan juta rupiah, lo! Buat kamu yang ingin merintis bisnis, yuk simak tips membuka warung di rumah untuk pemula berikut ini!

Mengingat peluang kerja yang semakin sempit, banyak masyarakat Indonesia beralih ke bidang wirausaha. Salah satu bidang wirausaha yang dipilih adalah warung rumahan yang menjual sembako. Sembako, atau sembilan bahan pokok, adalah kebutuhan primer yang sangat penting.

Itulah mengapa jumlah permintaan sembako di pasaran tidak pernah sepi. Membuka warung di rumah merupakan ide yang sangat brilliant untuk kamu yang ingin memulai bisnis sendiri. Enggak perlu modal banyak. Kamu hanya perlu mengikuti tips buka warung sembako rumahan berikut ini!

Usaha sembako tetap masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan meskipun supermarket dan minimarket kini sudah menjamur baik di kota maupun di desa. Bagaimana tidak, modal yang dikeluarkan untuk membuka usaha sembako tidak terlalu besar, tapi pembelinya akan selalu ada. Untuk menjalankan usaha sembako pun tergolong mudah dengan keuntungan yang dijanjikan cukup besar.

Buat Rencana Usaha

Tanpa perencanaan yang matang, bukan tidak mungkin usaha sembako yang kamu akan jalani jadi sia-sia dalam waktu singkat. Kamu tentu nggak ingin hal ini terjadi kan? Oleh sebab itu, hal pertama dan yang paling penting sebelum membuka usaha sembako adalah membuat rencana usaha yang baik.

Tentukan berapa modal awal yang akan kamu gunakan dan darimana sumber modal tersebut. Usaha sembako bisa dijalankan dengan skala besar maupun kecil, jadi tinggal kamu tentukan saja mana yang cocok dengan keadaanmu.

Rencanakan sembako dan barang lain apa yang mau kamu jual, siapa pemasok barang untuk usaha sembako yang akan kamu jalankan, di mana lokasi usahanya, berapa margin yang kamu ambil, dan bagaimana perkembangan usaha sembako yang kamu inginkan ke depannya.

Jangan lupa juga akan selalu ada risiko usaha dalam bisnis apapun, termasuk usaha sembako. Jadi, jangan menutup mata soal hal ini ya. Membuat perencanaan usaha yang baik artinya kamu juga menyiapkan diri untuk menghadapi risiko yang mungkin timbul di tengah jalan.

Lakukan Riset Pasar

Setelah rencana usaha selesai dirumuskan, saatnya kamu melakukan riset pasar. Tujuannya untuk mengetahui seberapa besar peluang usaha sembako yang kamu jalankan akan sukses.

Pertama, lakukan riset mengenai lokasi usaha tempat kamu akan membuka warung sembako, pastikan lokasinya mudah diakses. 

Kedua, perhatikan siapa saja kompetitor di sekitarmu untuk melihat bagaimana tingkat persaingan usaha sembako di sana. Semakin sedikit kompetitor tentu saja akan semakin besar kemungkinan usaha sembako kamu akan laku.

Perhitungkan Modal

Seperti yang disebutkan sebelumnya, usaha sembako tetap bisa dijalankan dengan modal besar maupun kecil. Tapi jangan sampai perhitungan modal usaha sembako kamu meleset.

Ingat, modal yang kamu miliki tidak hanya untuk membeli stok barang dagangan saja. Perhitungkan juga alokasi modal untuk biaya operasional, membayar karyawan jika ada, atau membayar biaya sewa tempat dan perlengkapan pendukung lainnya.

Yang tak kalah penting, di awal membangun usaha sembako jangan langsung berharap segera balik modal. Oleh sebab itu perhitungkan modalmu baik-baik agar usaha sembakomu bisa bertahan.

Tetapkan Strategi Penjualan

Strategi penjualan bisa jadi trik bagi kamu untuk menarik perhatian pelanggan dan membuat usaha sembako kamu semakin laris.

Misalnya, di awal pembukaan warung sembako terapkan harga yang terjangkau untuk mendapatkan pelanggan tetap. Kemudian kamu bisa menerapkan harga langganan bagi mereka yang selalu datang kembali untuk belanja di warung sembakomu. 

Tidak masalah jika kamu mendapatkan untung kecil di awal dengan mengutamakan kepuasan pelanggan terlebih dahulu. Seiring waktu pembeli akan datang terus menerus sehingga keuntungan besar akan tetap kamu dapatkan. Bahkan keuntungan itu bisa lebih stabil daripada kamu memasang harga tinggi demi mengejar keuntungan besar namun pembeli hanya datang sesekali.

Related posts